be curious with...

 



emanil_ anil wrote:

dear all.

Sudah jadi tugas kita sbg. kaum Plu utk memeperjuangkan jati diri dan hak kita utk ditrima

DIKALANGAN MASYARAKAT LUAS .tunjukanlah bahwa dunia gay/homo/lesbian maupun bi
sex tidak separah yg dibeberkan di mass media yg melulu memojokkan dan meprsalahkan kita (sprtinya SELALU gitu loh).mrekA HANYA MEMaNDANG SISI BUSUKNYA DAN tak pernah mau mengakui keberadaan sisi baiknya Maklum saja crita itu

dan film itu dibuat oleh orang2 straight yg tak tahu persis bagaimana sesungguhnya perasaan kita, mreka hanya tahu dari sisi luarnya saja. o.k slamat berjuang..

qinkqonk wrote:

humm... sebelum kita "ngajarin" masyarakat gimana menerima PLU
kita musti ngaca dulu ngeliat di dalam kalangan PLU sendiri
masih banyak PLU yg hipokrit, sex addicted, physic oriented

kalo hal kaya gini ngga diarahkan dulu...
orang bakal susah ngeliat sisi baik dari PLU


Nugroho Setiatmadji wrote:

Hipokrit? Kan dia harus pandai jaga image (jaim) karena masyarakat di sini belum bisa menerima orang yang menyukai sejenis.

Lain halnya kalau kita di Castro Street, San Francisco, atau Sydney atau Amsterdam.


qinkqonk wrote:

hehe..
kalo menurut gw, jaim itu dilakuin untuk menampilkan image tertentu,
tapi bukan dengan mengingkari kenyataan, dengan pembohongan

tapi kalo kita udah bisa mengingkari diri sendiri
dengan bilang gw ga suka krupuk, padahal mata ga bisa nglepas pandangan darinya
menurut gw munafik, atau mungkin seperti guilty pleasure

jadi, being gay... is it our pride our just another guilty pleasure

untuk kondisi di indonesia yang kebanyakan belum bisa nerima keberadaan gay
yepp.. kita ga bisa sevulgar di luar sana

mungkin banyak temen gay sendiri yang berusaha menutupi dirinya
tapi gw selalu bangga dan kagum, ama orang yang bisa tampil apa adanya
dan kalo ada yang ngga setuju dengan statement yang mereka bikin
gw rasa, ngga perlu kita ikutan menghujatnya
mengatakan mereka berlebihan atau kurang kerjaan

kita ga ingin mengembangkan hipokrasi di kalangan gay sendiri kan??


Size Size wrote:

lagi2 gw ga setuju dgn postingan kamu ini bro :D

gw justru kagum ama PLU yg berusaha berjuang untuk hidup menjadi str8. knp gw bangga? krn perjuangannya sangat berat! dan bukan berarti gw ga respek ke teman2 yg udah enjoy!

makanya dulu aku pernah bilang gw ga tersinggu kalo dikatain munafik... krn kenyataannya itulah yg terjadi di diri gw!


qinkqonk wrote:

huehehehe... gpp kok kalo ga setuju
smentara gw sih lebih demen berpegang pada kejujuran aja..
karena saat ini, cuman kejujuran yang bisa menempatkan diri kita pada tempat
selayaknya kita terima

but again.. kalo ada yang ngrasa lebih nyaman being discreet
atau bahkan berusaha untuk jadi straight

gw juga dukung sepenuhnya kok!

temen-temen ada yang bikin grup dukungan gay to become straight dunks!
it might helps a lot

pengen nambahin yang tadi..
maksud gw dengan kejujuran...

well.. gini..
ada yang comfort with being gay..and im glad if they enjoy their life
ada yang trying to get straight ..and i support what they're trying to do

it's okay selama kita bisa ujur ama diri sendiri
"oh gw ga nyaman jadi gay, gw pengen sembuh.." then do it!
atau "enak banget jd gay, bisa ml ama cowo2 ganteng.." then have sex with em

tapi gw sedih ama cowo gay, yang so obvious they act gayish, and they enjoy the pleasure of being gay
tapi tetep aja ngingkarin diri dirinya gay. bahkan lebih parah lagi, suka
ngolok-ngolok temennya yang so gay, juga ngondek

ini artikel yang gw copy dari www.am-i-gay.com

---
QUESTION:
"I think my friend is gay. All my friends think he is too. Sometimes he jokes around and he likes to touch us. He looks at porn but we all think he pretends to like it, and I personally think watches it to look at the guys. Girls often like him, but he never does anything about it. We think it’s ‘cause he’s gay. He also pretends he’s extremely homophobic and goes crazy when we call him gay. Whenever we mention that we think one of our friends is gay, he often says “Let’s go beat him up!” I think it’s a cover-up for how he really feels inside. He’s not feminine or anything,
and he acts like any other guy. Is he gay?


Joey, California"


ANSWER:


Joey,

It’s possible that your friend is gay, or bi, or confused and insecure about his sexuality. Most of what you’ve said seems to point to that, especially his touchiness about being called gay, and his homophobic overreactions. Men who have homosexual or bisexual feelings on some level, conscious or not, may act homophobic as a denial of their feelings, or because they are afraid of appearing gay. But often, as in this case, it just backfires and makes others suspect their gayness
even more. Not all gay or bi guys effeminate or swishy, so the fact that he doesn’t “act gay” doesn’t matter. There’s definitely something up with him. He may be gay and not realize it. Or he may think that he’s gay andis having a hard time dealing with it.
---


so i guess.. im sorry for you whose became gay in denial. because u're having a hard time.


Nice Guy wrote:

Tidak ada yang absolut di dunia ini, kejujuran dan ketidak jujuran tidak bisa dipandang sebatas hitam dan putih saja. Ada kejujuran yang membawa berkah ada juga ketidak jujuran yang membawa berkah ....justru disinilah letak perjuangan kita sebagai manusia dalam memilih mana
yang lebih membawa berkah dan kebaikan dibandingkna pilihan yang lain.

Bagi sebagaian memilih tidak jujur terhadap orientasi seksualnya justru menjadi pilihan yang terbaik, ketika berusaha berjuang mengendalikan ego dan berusaha lebih mendahulukan kepentingan yang lain dibanding kepentingan diri sendiri..saya pikir ini bukan sesuatu yang mudah apalagi di labeli secara negatif..

0 comments:

) ) ;;) ( :X =(( :-/ :-* :| 8-} ] ~x( b-( x( =))

Post a Comment

Blog Widget by LinkWithin
10% Off All Fragrances
Get 10% off every item you purchase at FragranceX.com!