be curious with...

 

Showing posts with label flirting. Show all posts
Showing posts with label flirting. Show all posts



Menjadi single person di tengah teman-teman atau orang-orang yang sudah punya pasangan, terkadang bisa kurang menyenangkan. Terlebih bila harus menghadiri pesta atau sejenisnya. Yang ada justru keengganan untuk datang ke sana.

Bila sudah menjalankan sejumlah trick untuk menggaet kekasih baru atau menikmati kesendirian namun belum juga bisa, mungkin tips berikut bisa memberikan banyak ide. Paling tidak, Anda bisa merasakan bahagianya menjadi single person tanpa harus terburu-buru mencari tambatan hati.

Apa saja tipsnya? Berikut sebagian di antaranya yang tentu saja patut Anda coba. Nothing to lose kan?

1. Have Fun
Merencanakan merayakan atau menjalani sebuah aktivitas tentu saja tak ada salahnya untuk dicoba. Nikmati dan buat rencana tersebut menjadi kegiatan yang takkan terlupakan. Coba pula untuk lebih memperhatikan diri sendiri. Misalnya dengan mengunjungi salon kecantikan yang sebelumnya jarang kamu kunjungi. Cobalah untuk facial ataupun massage. Melakukan terapi juga bisa menentramkan pikiran kamu.

Mulai juga menghubungi teman-teman dan sahabat kamu yang selama ini teracuhkan atau hanya bisa bersay hello via telepon. Ajak bertemu untuk hanya sekedar makan bareng atau menonton film bagus. Buat acara singles party juga bisa kamu coba. Yang terpenting dari semuanya yakni nikmati dan bersenang-senanglah!

2. Party with the Star
Belakangan di Indonesia mulai banyak program yang memberikan kesempatan para fans untuk bisa bertemu dengan para idolanya. Bisa dengan makan bareng, ataupun menonton pertunjukkan konser tunggal mereka. Nah manfaatkan ajang ini. Buat sebuah moment yang takkan pernah bisa kamu lupakan sampai kapanpun.

Menghadiri konser dari bintang idola kamu sedikit-banyak bisa menghilangkan kepenatan hatimu. Di sana kau pun bisa bertemu orang-orang baru yang mungkin saja akan menjadi orang yang berperan penting dalam perjalanan hidup kamu. Yang pasti tentu saja harus membuka diri seluas-luasnya untuk menerima kehadiran orang lain.

3. Star by Loving Yourself
Mulailah untuk belajar mencintai diri sendiri. Langkah pertama yakni dengan menjadi sosok yang kamu inginkan. Mulailah berkonsentrasi untuk mencapai keinginan tersebut. Dan jika kamu selalu tidak suka dengan bentuk tubuh kamu, mulailah untuk melakukan diet sehat dan juga berolahraga tiga hari dalam sepekan.

Mulai juga untuk menjalani aktivitas sosial agar bertemu dengan banyak kalangan. Dengan memperhatikan diri dan membuka diri, tentu saja ini akan membuat optimisme kamu semakin tinggi untuk bisa sukses dalam berhubungan dikemudian hari. So star today!

4. Make New Friends
Being single means different things to everyone. Untuk beberapa orang, ini hanyalah sebuah waktu yang singkat, akan tetapi bagi banyak orang, ini adalah sebuah kesepian yang menimbulkan duka. Untuk menghilangkannya tentu saja inti dari poin-poin diatas juga mengajak untuk bisa mendapatan teman-teman baru.

Bila kamu terlalu malu untuk memulai pergaulan bukan tak mungkin bila kamu harus menghadiri sejumlah even yang memungkinkan kamu bertemu banyak orang sekaligus. Mulai pula merubah cara bergaul kamu lewat sebuah hubungan baru.

5. Banish Negative Thoughts!
Hal terakhir yang harus kamu lakukan yakni meminimalisir pikiran negatif. Jika pikiran negatif mulai datang yakinkan dirimu bahwa hal ini adalah pikiran buruk. Buatlah keputusan besar untuk membuang pikiran tersebut dan mencoba berpikir sesuatu yang lebih positif. Ini sangatlah mudah, seperti kamu memfokuskan betapa indahnya hari ini.

Ingatkan diri kamu bahwa banyak hal yang bagus yang kamu miliki. Dengan berpikiran negatif juga akan membuat kamu punya kebiasaan buruk dan juga depresi. Jadi mulailah menghargai diri sendiri dan jalani hal-hal positif dalam diri. Selamat mencoba!

sumber: http://terselubung.blogspot.com/2009/12/tips-bagi-yang-masih-menjomblo.html



huff... knapa gw yang senewen yah?
lagian kan dah diprediksi dari awal
begitu resikonya punya pacar brondong...

di awal kenalan yang sangat singkat
terus quickie di mobil

besoknya janjian ktemu lagi dan kejadian
kemudian saling mutusin untuk seriusan dijalanin dulu
bener-bener singkat

buat gw sih selama fisik ok, yang lain is compromised

selama beberapa hari gw mikir, kira-kira hubungan ni bakal lama ga yah?
lagian we have got nothing in common

then i realized bahwa sebenernya dia juga bottom same as me
di benak gw, mana ada bottom yang tahan berlama-lama jadi top
pasti dia bakal nyari cowo laen buat jadi simpenan top die

kesimpulan sementara gw, dia tertarik ma gw karena gaya hidup gw
ngurusin kafe, suka clubbing, pake mobil, eksis..

emang buat kebanyakan temen-temen mungkin ini biasa aja, but at least not for him
orang pas diajak makan di kafe aja, dia senengnya minta ampun. dan diajak clubbing juga katronya keliatan...

gw mikir banget, kira-kira hubungan ini bakal berakhir seperti apa
bukannya gw sedesperate itu untuk ga percaya bahwa hubungan gay ga akan langgeng

masalahnya dia punya kesamaan ama cowo gw anak smu pas tahun 2005
gayanya, caranya, dan juga obsesinya tentang trend..
sama-sama ga bisa dibilangin. they have their own thoughts

kemungkinan pertama, dia bakal cheating.. he's a bottom. atau mungkin vers bot. dan dari caranya chat ma gw waktu itu, gw ga akan bisa ngelacak dia. jadi gw ga akan pernah tau saat ini dia hook up with whom..

kemungkinan kedua, dia bakal bosen ma gw.. tadi gw dah bilang we have nothing in common. obrolan kita ga jauh dari rayuan, i love you, dan uh ah uh ah..

kemungkinan ketiga, gw yang bakal mutusin, karena gw ga tahan ma gaya dia. sok discreet, tapi malah bikin orang curiga ma kita. abisnya masa jemput gw k tmp kerja, mintanya ngobrol di dapur, or sama sekali ga mau masuk..

kenapa gw masalahin ini banget...

gw ga pengen hubungan cuman maen-maen. karena kalo toh gw jadi pacar. gw bakal berusaha jadi pacar yag baik. perhatian. timbal balik. etc. takutnya orang banyak taking advantages from it. cuman pengen abcd dari gw, setelah itu buhbye. males banget kan..

pengen sih hubungan kaya orang laen yang sekedar, ketemu, ngobrol, sayang-sayangan, antar jemput, traktir makan gantian... ngga yang terus-terusan gw yg keluarin duit buat segala keperluannya karena kebetulan gw punya kesempatan untuk itu..

masalah muncul pas pertama dia minta dibeliin pulsa.. ya dah gw beliin. tapi kmudian dia complain, dia bilang kebanyakan.. yo wis lah.. no problem.

terus sorenya gw pas keluar dia nitip beliin sabun. yo wislah, sekalian. giliran sabun muka yang dia minta ga ada, trus gw tawarin gantinya. he said ok. begitu gw kasih k dia, dia malah nolak karena itu ga cocok buat dia. lhah lagian siapa yg milih si? kan dia sendiri...

eh yang mulai kurang ajar, begitu liat belanjaan gw beli mousturiser, dia malah minta dibeliin juga. padahal dah jelas-jelas kemaren dia bilang dia ga cocok pake ponds. orang geblek!

dah gitu minta nambah vitamin buat kulit pula. duung... ni banci keterlaluan banget seh..

pas gw inget dia pernah bilang. dia tuh ga matre, gw disuruh ngasih apa yg dia btuh, bukan yang dia inginkan.. gw balikin lagi ke dia. muka jerawatan tuh pantesnya ponds yg ijo. bukan yg pink. dia malah mengelak alasannya buat sering dipake keluar.. ah ribet dah...

dah gitu, sms minta ponds dan vitamin mpe lebih dari 3 kali sehari coba! emangnya gw emak lo apa..

trus kmaren terakhir ketemuan, dia nganterin k bengkel. setelah itu gw sms say thx ke dia.. dia bales dengan minta beliin pulsa. ama ponds ama vit e

duuuungggggggg....!

males aja gw. gw jelasin. kan beli pulsa belom seminggu, masa dah abis. dah dibeliin sabun yg lo minta, malah lo tolak. ini malah minta yg laen-laen lagi...

ni sama aja gw bayar cowo buat ml ma gw kalo gini caranya...

trus dia bales,

yank, ga usah diisi pulsanya ya! tapi ku mohon daripada ayank. untuk memberikan vit e dan pond"snya. ok

gag gw bales! apa-apaan siiiiiih....

emang hukumnya wajib yah, bagi seorang pacar buat memberikan begitu?? ga masalah sih. tapi kalo cara mintanya kaya gitu, siapa yang ga ilfeel coba???

gw pikir, iya deh gw beliin, tapi pilih mana.. lo ga usah ketemu gw lagi, or lo lupain aja permintaan cemen lo itu...

tapi tanya k temen. ko malah rugi di gw yah... hehehehe. apa lsg ditinggalin aja skg? tapi masalahnya dvd gw masih ada yg dia pinjem.

prek ah.. akhirnya barusan gw sms k dia..

kamu segitunya minta ponds ma vit e? maaf aku ga isa ngasih itu k kamu. kapan bs ktemu? kita omongin baik2 mpe beres.

dan dia belum membalasnya...


Tiga dekade riset terhadap stimulasi seksual pria telah menunjukkan pola orientasi seksual yang jelas. Pria gay lebih mudah terstimulasi secara seksual terhadap foto pria dan pria heteroseksual terhadap foto perempuan. Dengan kata lain, pola stimulasi seksual pria seakan sudah jelas.
Namun penemuan dari riset Northwestern University telah memperluas riset terbatas pada seksualitas perempuan dengan adanya penemuan berbeda terkait dengan stimulasi seksual perempuan. Sangat berbeda dengan pria, baik perempuan lesbian dan heteroseksual cenderung terstimulasi secara seksual oleh stimulasi erotik pria dan perempuan, oleh karena itu memiliki pola stimulasi biseksual. “Temuan ini mewakili perbedaan mendasar antara otak pria dan perempuan, dan memiliki implikasi penting untuk memahami perbedaan pengembangan orientasi seksual antara pria dan perempuan”, demikian kata J. Michael Bailey, Profesor Psikologi pada Northwestern dan peneliti senior pada riset “ Perbedaan seks pada spesifisitas stimulasi seksual.” Riset ini telah diterbitkan pada journal of Psychological Science. Fokus utama Riset Bailey adalah genetika dan pengaruh lingkungan pada orientasi seksual, dan dia adalah salah satu peneliti kunci pada riset yang sering diacu mengenai adanya pengaruh genetika pada homoseksualitas pria.

Orientasi Seksual

Seperti pada banyak kajian mengenai seksualitas, riset terhadap pola stimulasi seksual perempuan jauh tertinggal dibanding pada pria, namun riset mutakhir pada subjek tersebut telah memberi petunjuk, bahwa dibandingkan dengan pria, pola stimulasi seksual perempuan ternyata tidak terlalu berhubungan dengan orientasi seksual mereka. Riset dari Northwestern membuktikan bahwa hal ini benar. Peneliti Northwestern mengukur stimulasi seksual secara psikologis dan fisiologis/faal pada pria dan perempuan homoseksual dan heteroseksual, selama mereka menonton film erotik. Ada tiga tipe film erotik: Melibatkan hanya pria, Melibatkan hanya perempuan, dan melibatkan kedua jenis kelamin. Sama dengan riset sebelumnya, peneliti menemukan bahwa respon pria konsisten dengan orientasi seksual. Sebagai kontras, baik perempuan homoseksual dan heteroseksual menunjukkan pola biseksual secara psikologis dan juga secara stimulasi genital. Faktanya, perempuan heteroseksual mengalami stimulasi seksual dengan menonton stimulasi erotik perempuan, sama halnya dengan menonton stimulasi erotik pria, walaupun mereka lebih suka berhubungan seks dengan pria daripada dengan perempuan.

“Faktanya, mayoritas mutlak perempuan pada masyarakat barat kontemporer hanya berhubungan seks secara eksklusif dengan pria.” kata Meredith Chivers, Kandidat doktor Psikologi klinis pada Northwestern University, Intern psikologi pada Centre for Addiction and Mental Health dan pengarang pertama pada riset. “ Namun saya sudah lama mencurigai bahwa seksualitas perempuan sangat berbeda dengan pria, dan riset ini menunjukkan bahwa memang secara saintifik demikian.” Menurut Chivers, Hasil riset ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan cenderung memiliki fleksibilitas lebih tinggi daripada pria dia area lain diluar orientasi seksual. “Jika dikumpulkan bersama, hasil ini menunjukkan bahwa seksualitas perempuan berbeda dengan pria, dan diperlukannya model pengembangan dan organisasi dari seksualitas perempuan secara independen dari model seksualitas pria.” Demikian kata dia.

Alasan Berbeda

Riset ini melibatkan empat pengarang, termasuk Bailey dan tiga mahasiswa pasca sarjana di departemen psikologi Northwester, Chivers, Gerulf Rieger dan Elizabeth Latty. “ Sebagian besar perempuan seperti bisa mengalami stimulasi seksual dari kedua jenis keamin. Mengapa mereka memilih satu dari yang lain?”. Tanya Bailey. “Mungkin karena alasan lain dari stimulasi seksual.” Sejak awal 1960an pria homoseksual dan heteroseksual menunjukkan respon secara spesifik terhadap stimulasi seksual dari pria dan perempuan. Film yang meprovokasi respons seksual terbesar, dan film dari pria berhubungan seksual dengan pria, atau perempuan berhubungan seks dengan perempuan memprovokasi perbedaan terbesar antara pria homoseksual dan heteroseksual. Menonton hubungan seks heteroseksual dapat menarik pada pria homoseksual dan heteroseksual, namun dengan alasan berbeda.

Biasanya, pria mengalami stimulasi genital dan psikologis ketika mereka menonton film yang sesuai dengan orientasi seksual mereka, namun tidak demikian jika berbeda orientasi seksual. Pola spesifik pria terhadap stimulasi seksual adalah fakta yang sangat jelas, bahwa stimulasi genital dapat digunakan untuk mengevaluasi preferensi seksual pria. Bahkan pria gay yang menolak homoseksualitas mereka akan lebih terstimulasi secara seksual dengan stimuli pria daripada stimuli perempuan. “ Fakta bahwa pola stimulasi seksual perempuan yang tidak bisa diprediksi dari orientasi seksual menunjukkan bahwa pria dan perempuan memiliki pikiran dan otak yang sangat berbeda.” Demikian kata Bailey.


i dont believe in types, i believe in tips

kena gigi uang kembali

always prepare for fake id and cash for a cab

condom saves the day

safe sex is here to stay

Kriteria milih bf, tampang masuk urutan ngga sih??

Aguz Jkt wrote:
Kalo gw sih tampang/wajah harus dipilih juga dong, apalagi buat bf... an.


Enricko Rick wrote:
hahaha, menurutku mengenai tampang itu bagiku adalah realatif , tapi yang penting ia punya personality yang baik itu yang utama, tentu saja ngk jelek2 benar , hahahaha,se kurangnya lumayan .....love rick


Okky Prajayadi wrote:
Ummm memang tp itu bukan prioritas no 1 lah,kslo cm liat tampang,pasti ga akan berthn lama .... :)


Danan Gantenk wrote:
wajah ngaruh yah..???!!?!?!!?? *keluh...[


Leo Nardi gunawan wrote:
mang tampang dilihat juga..

tapi semakin okay, kan semakin sulit dijaga..

klo tampang u okay..banyak yang mo ma u trmasuk yang okay2 juga, satidaknya sama okay nya ma u..n orang seperti tu banyak d dunia gay..

tapi..kpribadian..? sulit dicari..klo buat have fun yang okay sekali pun mudah dicari..yang serius? susah..

tu cuma pendapat gue aja..

ada tanggapan lain?


Arpi Yandi wrote:
yiapzzz,,bener banget . . .

tampang bukan prioritas tok bf-an..
walau sebenernya tampang emang amet penting sih,,tapi ade hal yang lebih penting lagi kalle kan...


buat ape klo tampang oke tapi prilaku ga...

yang jelas,,tok bf-an tuh paling ga mereka harus bisa saling ngisi ato nglengkapi,,saling ngejaga,,saling percaya n saling selingan deh...


jiahahaha.............
just kidding brow...


Michael Louis wrote:
gw seingkali mendengar org2 bilang kl tampng gak jd mslh. bnyk yg bilang,
mencari org dr kepribadiannya, but how come??? kl blh jujur, kita akan pay
attention thdp org adlh lwt tampangnya @ the first sight, br cr tahu ttg
pribadinya...

mnrt gw, tampang @ first, then comes to personality...


Nice Guy wrote:


I have a best friend. I love him very much, care for him very much and, yes, I am sexually attracted to him. I am bisexual, but I am not sure if my best friend is the same as well. I hope you can enlighten me.Both of us are married. I am 29 years old and he is 31. We’ve been together in a charity organization in manila which looks into the plight of children in one area in metro manila.. It is a catholic organization and, yes, we both are devout Catholics, and that’s why as I will tell you later, this complicates the situation as well. I have two children, and he has one, although his wife is five months pregnant now. I must say that I am very loyal to my wife and my kids, and I love her more than anyone else on earth. I will never leave her and my kids for anything – I can’t see my future without them. I am sexually active with her and I can very well say that she is completely satisfied with me sexually. On my part, I enjoy having sex with her.

On certain days in fact, I would ask for it myself really badly. So this part of me is very sure.
My best friend and I have worked together in this project, but for the past few years, we’ve really just been good friends. He never really made a big impression on me to the point that I would like to be with him. When his wife and daughter went to the States for a vacation for three weeks, he was left alone, and I never really cared about where he was and what’s he’s doing. Of course, I regret now why I didn’t become close to him then because that would have been one good time for me to really be close to him. At any rate, that’s another issue.

The Conversation

About a year ago however, I invited him to spend dinner with me. Both our wives knew about this (they’re good friends too, but not really that close). That was the first time that I asked him out, and kami lang, so our wives were also thrilled to know that because they were happy that we were becoming close and becoming best of friends. We’ve all been praying to find not only best friends, but also best friends who would share with us the same catholic faith. But during dinner, we hit it right automatically – for reason, it just came so naturally – because I suddenly shared with him my own secrets (not about my gender, of course, because I have never confirmed it with anyone in the first place), and he shared with me his own secrets as well. In short, we realized that we were really comfortable with each other. And because we were both are married, men with sexual exploits in the past (we’re both not ugly – had many girlfriends before and
enjoyed it), we shared sexual experiences during our bachelor days. I actually shared with him moments of me being blowjobbed by a neighbor gay friend twice, and he asked me if I enjoyed it. I said yes when he was doing it, but no after, because I hated him then. He said he had two near-gay experiences with friends drinking with gay friends. You know how it was during high school – for the fun of it, we would let our gay friends do ‘it’ on us. His closest was when after four of his friends were done, he had himself exposed to one of their gay friends, started getting blowjobbed, but after 10 seconds, he felt guilty and therefore stopped the act. His gay friend hated it of course, but in the end spent his whole life telling everyone he ‘tasted’ my best friend. My best friend up to now still feels bad about what happened because that gay friend actually had a crush on him and everytime he sees him now he is still quite ashamed.
We became really close after that, spending time emailing each other and telling each other that we’ve found our one and true best friend. I must say that we both are sincere in our friendship. We even write to tell each other “I love you, dude”.

The Physical Attraction

As time passed however, I realized that aside from being my best friend, I suddenly got attracted to him physically such that I would feel agitated if he was with other friends and if he wouldn’t message me at a time I wanted him too. All these were, of course, just “kapraningan” but that’s what I felt. I really felt so much love for him that I couldn’t even work at some point. I just wanted to be with him, although that’s not possible because he had his own full-time job as well. And of course, we’ve had a covenant that our families are our first priority. Inside me, I didn’t want this physical attraction to continue because I want the relationship to go on as it started – just the two of us as best friends. I never had any sexual relationship with another man in the past and, although I would admit to being attracted to other men, it never really bothered me much because I never really gave all of it much thought. Perhaps because my
best friend was open to me as well that I suddenly felt that much of what was inside me suddenly burst and emotion just kept on flowing and flowing


The Embrace

I would visit his main office a few times and together we would stay in his grandfather’s house after work and rest in bed together for an hour or two and then leave for our respective homes. We feel comfortable with one another. Inside the room, we would embrace each other and tell each other than we love or miss each other. I must say though that all this would be initiated by me, although he’s game into doing it also. I was in that sense drawing him into my kind of idealized relationship although, again, this was also a struggle because I wouldn’t want that to happen. Physical closeness, of course, will always make the whole difference. Even now, if I don’t really ask him if he’s free to spend the time with me in his grandfather’s place, he really won’t ask me. But if we’re together, he would also embrace me, tightly sometimes
perhaps a few times, I was able to convince him to rest on my whole body. Sabi ko, if we’re best friends,
we should be comfortable with one another. He would it, with some prodding, but the point is, I had to convince him to do it before he would do it himself.
The Kiss

There was one time, a few months ago, a number of families from the charity we work in went to Hong Kong for a few days of bonding session. His family and family went with the group. We only stayed in Hong Kong for a total of four nights, but on the third night, we asked permission from our wives if we could go out, just the two of us. Of course, wala naming problema kasi nga best friends naman kami. And who think about anything else but simply male bonding? Anyway, after a few drinks (but promise we were not drunk at all), I managed to convince him again to go to one men’s room and there we hugged each other. That was not the first time it happened, of course, but this time I kissed him on the lips. He was at first surprised and would move his face away from me, but I kissed him nevertheless a few times. He did not kiss back – he just allowed me to kiss him.
The Promise

When we got back to Manila, we had a lengthy discussion about what happened. He asked me point-blank if I have other intentions for him other than being best friends. I denied it to death of course since, despite the fact that I would now fantasize about him, I really really honestly do not want everything to get into the next stage. Yes, you might want to say that I am just in denial stage – no, that’s not true, I know I am bisexual, but I don’t want to ruin my friendship with my best friend. He looked mad, very disappointed, but in the coming days we would still hang out together, stay on the same bed, BUT, always with the condition that I would not kiss him again. He would always remind me that he would like to be with me only if I do not kiss him in lips.

The Hard-On

One day though, I couldn’t keep the promise. He was struggling a bit, but suddenly I found myself kissing him again and opening his shirt and kissing his breast
that was the first time that I felt he had a hard-on because for all the times that we were together, he never had a hard-on. Ako naman, I would always have it even if we would just pee together. No matter how physically close we were (literally), he never really gotten ‘hard’, if you know what I mean. And that explains why I am curious about him – if he’s gay, the closeness itself would make it happen to him right? After all, we would embrace each and sleep together and he would be on top of me (usually just to rest, nothing else), and so on
anyway, just trust me that you would have it if you were in his place. Going back to the story, after I touch his dick, I started to zip his pants down, but he suddenly held my hand back and pushed me away. He was mad, very very disappointed,
and he started asking me again if I am gay. These are not acts that best friends do, right? He asked me many times.
“I am not gay.”

For a month, I would apologize to him and, to cut the story short again, we would get back to our normal selves – resting together, hanging out in some good restaurants in Makati, and hugging each other. I had to convince him though many many times that I am not gay that, yes I may not be typically male, but at least I am not sexually drawn towards men. Since then up to now, everything is normal and I am very happy that it is. I’ve always tried to forget about my physical attraction because it feels really good that our friendship is “pure” (please don’t judge me because of this, I know the ramifications of this word) because that’s how he wants it to be. However, every time I am with him, I would really make things that hopefully will make him do “it” as well. All the things that a “normal” gay person would fall into did not work really – he’s not interested in my dick at all, to put it bluntly, although we would embrace each
other tightly if given the chance.
Questions. Questions. Questions.

Perhaps he’s gay but he’s not attracted to me physically? Puede ba yun? But he is also willing to do things that are not “normal” among straight male best friends. Would straight male best friends hug each other inside the room? This should be qualified, of course, with the fact that it’s me who’s always doing the first motioning. If I wouldn’t do it, he wouldn’t. If I would not ask him to come close to me in bed, he would not do it; I would sometimes pull one of his feet up so that it would cross over my body. On my part, it feels really good if he’s close to me. I can’t just say it’s pure gay love. I really consider him as my best friend and I wouldn’t want to lose him just because he knows I am gay. I know he loves me, but what I can be sure of is he cares for me as his best friend

.

Any comment/sharing about straight male best friend, guys?
Ini pastinya bukan cerita gw. Gw cuman pengen sharing apa ada yang punya pengalaman bersahabat dgn straigt man tapi rada "ga normal"? Dianya sangat care and "quite intimate" tapi dia bukan gay seperti cerita di atas. Is it possible "a normal straight man" to do that?


dony bambang wrote: Di negeri yg makin terpuruk dlm kemelaratan seperti Indonesia, harga seorang gay can be soooo cheap. It can be twice cheaper dari harga sebuah handphone, atau semurah kamu mengumbar janji-janjimu.

Anda bisa pergi ke toilet umum dan pulang dengan memar di kepala akibat bogem mentah, atau bahkan berakhir di rumah sakit karena tidak sudi menyerahkan harta yg dimiliki dari seorang pemalak yg nongkrong di mal-mal mencari mangsa.

Anda bisa mem pick up seseorang di halte bus dan berakhir dengan nyawa anda melayang di kamar kos atau apartemen anda. Yang ternyata dia seorang homofobia yg tak sudi anda gerayangi dan tiba-tiba tergiur untuk merampok harta benda anda dan ketika anda melawan dia mengambil pisau dan mencabik-cabik anda.

Anda berkenalan di bus umum dgn seseorang yg tampan luar biasa tapi tidak memiliki pekerjaan dan mengajaknya ke rumah anda dan anda, dgn segala cara, berhasil menggaulinya dan menjanjikan sesuatu kepadanya. Suatu hari dia menagih janji anda dan anda tidak memenuhinya dan harga dirinya terluka dan anda dibunuhnya dgn 18 tusukan.

Suatu hari anda berkenalan dgn seseorang di sebuah tempat fitnes. Anda tidak tertarik padanya sampai dia mendekati anda dan anda terhanyut dgn segala omongannya yang anda tidak tahu adalah hanya bualan dan dia menjanjikan memperkenalkan anda dgn teman-temannya yg katanya adalah selebritis seperti Irwansyah atau Choky sitohang..sampai anda berfikir.."why not..Choky is my dream!" sampai anda tersadar bahwa orang tersebut ternyata hanya tertarik dgn blackberry anda dan telah menargetkan anda menjadi korban dia yang ke-12 untuk dimutilasi.

Mhh.. hari ini kita membaca tentang Ryan yang membunuh karena alasan sepele semacam uang dua juta atau handphone. Atau pria lajang 50 tahun yang mati 20 tusukan di Apartemen Rasuna. Atau seorang pemuda yang mati di kamar kos dgn alat vital diikat ke teralis besi. Dan akan ada banyak lain pembunuhan bermotif hubungan sesama jenis...

Sebagian mungkin terilhami kisah Ryan yang terus diulang-ulang di TV dan membuat orang sinting berfikir,"ternyata cuman begitu cara mudah mencari duit.."

Dan jika umur anda sekarang 30-an, will you at the age of 50 be still alive ? Or you already died dgn nyawa seharga handphone anda ?

I just want to say : Buddies, please be more careful with the way you live your life !

Cleo Current wrote:
Tulisan tadi emang bikin paranoid. Dan ini yang terjadi dengan banyak orang di milis sini dan gay di luar sana.

Tapi coba lihat lagi.

1. Nyontek ke kiri kanan di toilet umum. Siapa yang gak ngerasa risih di contek, baik hetero maupun gay. Nah apalagi yang ketahuan have sex di public toilet. gak heran dong kalau sampai ada yang di gebugin, atau di laporin ke polisi.

2.Pick up di halte bus. Siapa suruh ngambil stranger di jalanan (yang belum tahu pula orientasinya apa) di bawa ke rumah. mentang2 punya banyak duit bisa bayar orang seeenaknya, lo pikir semua gak ada resikonya. Bisa aja pengangguran atau perampok yang lo bawa ke rumah lo langsung (berharap sex with stranger bakal penuh excitement). Buat orang-orang yang suka pakai pelacur cowo aka kucing supaya hati2. Pakai pelacur aja udah bahaya, apalagi kalau sampai di rampok....
3. Ketemu di tempat fitness.
Buat beberapa orang yang masih memuja muja para selebritis: "wake up!". Ngapain sih kenal2 selebritis? bangga gitu kalau kenal? Atau ngarep pengen di tidurin ama selebritis, trus abis itu apa? Yang ada lo malah lost di antara harep2 babu lo itu tadi. Mendingan sibukin diri dengan kerjaan yang mutu, hang out ama temen2 deket. Gak usahlah sok nambah2 pergaulan dengan ngarep bergaul dengan sekelompok kalangan orang., Adanya nanti kayak social climber.

Nah, intinya, kalau mau bergaul sama orang, mau deket sama orang lihat2 dong orangnya. Jangan straight lo ajakin ML, yang ada lo malah di gebugin orang, karena barking at the wrong tree. Kalau mau nge date juga jangan langsung maen di garap aja. Ketemu aja dulu, ngobrol di tempat umum, trus cari tahu backgroundnya, paling nggak lo tahu dia punya kerjaan yang decent, punya kedhiupan yang bener, lo lihat temen2 nya kayakgimana. (menurut gue kalau orang yang punya kerjaan bener pasti gak akan ngelakuin hal-hal nekad, karena ada self-belonging ke kerjaan, reputasi atau keluarga- beda dengan orang yang gak ada kerjaan - yang hidupnya nothing to lose). Jangan langsung ngebet pengen ML aja karena lihat tampang cakep badan bagus. Lagian kalo ngebet pengen 'keluar' coli aja dulu lebih aman. hehehehehe. bokep banyak ini.

Untuk yang curi2 kesempatan lihat2 dong lokasinya. Yang ada lo malah ganggu orang dengan ngintip2 di toilet umum, have sex di tangga darurat dll. kalao lo sendiri gak respect sama diri lo as a gay ... gimana orang lain di luaran sana yang mau respect dengan para gay di Jakarta?


Dear all,

my sharing... kenapa ya banyak sekali orang mengkorelasikan cinta dengan materi ??? terus terang, aku sendiri amat bingung.. sekedar share aja... ada beberapa kali suka dengan orang , tapi secara materi, dia memang dibawah aku..., dan finally minta beli ini beli itu... padahal cuman berteman, belum lagi ML, belum jadian... serem sekali........dan pernah ada kenal dengan orang yang kerja gaji cuman 4 sekian juta., tapi pas pergi bareng (taraf PDKT)... ya ampun ... belinya minta barang yang cuman ada di Plasa indo alias branded banget...aku aja yang bisa beli berlusin-lusin tiap hari aja masih mikir-mikir buat apa ya beli barang tersebut, dan tipe orang seperti ini ada cukup banyak... jadi susah... sampe ada yang pernah minta mobil nissan xtrail ke aku... hebat gak... tanpa sungkan.. langsung todong.. pdhl baru kenal 2x ketemu...gara-gara ngintip saldo bankku saat aku ambil duit di ATM... sinting gk...dipikir cari uang gampang apa..

satu sisi..., pernah juga aku dikejar orang yang secara materi jauh diatasku...usia juga jauh diatasku beda 20 taon lebih, dan really THE HAVE.. belum-belum udah ajak makan yang sekali makan 5s.d6.5 juta.. gila gak... terus tiap sore... jam 4.30., mercy new s class nongkrong didepan officeku... sampe sekretarisku aja kaget kaget..... dijemput tiap sore ... padahal officeku ada di
BSD... dan kantor dia ada di sudirman.. kebayang gak jauhnya... tiap kali aku mesti sembunyi hahaha..., mobil dan sopirku selalu diumpetin , mobil di garasi belakang kantor.., supir di ruangan lantai 2..., .. cuman hindari dia... stress juga.... aku pribadi selalu nolak pemberian dia... sampe dia bingung .. biasanya orang lain gak pernah nolak, kenapa aku nolak... ya... kujawab... gak semua
orang mau materi..., ada yang benar-benar tulus bersahabat... dia gak percaya... dia banyak cerita ... yang intinya sama dengan aku... materi diatas segalanya...

so. ... friend...susah banget bagi aku saat ini nyari orang sesama gay... yang bener-bener mau berteman apa adanya... apalagi bf an... krn korelasi dengan materi memang masih mendominasi di hubungan sesama gay...........

thanks

salam
harry



Adi Ki wrote:


Mungkin kejadian kayak gini banyak dialami oleh teman-teman lainnya.

Dalam lingkungan pekerjaan, orang datang dan pergi, walaupun datang dan gak pergi-pergi juga (secara fisik), tapi pada akhirnya pergi (pergi dari pikiran maksudnya). Ya, maksud gua, di lingkungan kantor kadang bertemu dengan orang yang bikin mata gak mau mengalihkan pandangan, alias bikin betah ngeliatnya. Adakalanya kekaguman sama orang itu cuma beberapa saat, tapi kadang ada yang bertahan lama, terlalu lama bahkan.

Mungkin kebanyakan orang sepakat kalo orang itu memang cakep, tapi bukan itu hal yang membuat gua suka untuk melihatnya. Sikapnya "dingin", rajin beribadah dan lembut. Awalnya gua suka melihat karena lumayan seger kalo melihatnya tapi belakangan ini gua suka bersusah payah menahan diri untuk tidak melihatnya.

Biasanya kalau sudah beberapa lama, akhirnya terbiasa dan gak ada perasaan apa-apa lagi kalau melihatnya. Tapi permasalahannya, akhir-akhir ini dia juga membalas pandangan dan suka "menyempatkan diri" melihat gua kalau lagi berpapasan. Gak cuma sekali tapi disetiap kesempatan kami bertemu.

Dan biasanya dengan orang baru gua suka berinisiatip berkenalan dan berbicara hal-hal yang umum untuk dibicarakan. Tapi kali ini gua memilih untuk diam. Diam dan tetap menjadi orang asing bagi dia walaupun hanya terpisah beberapa meter jaraknya.

Dilema ya... "Gua bakalan patah hati kalo dia tidak seperti yang gua kira tapi gua akan sangat menyesal dan sedih kalau memang dia seperti yang gua kira". Bingung kan?...

Makanya lebih baik diam dan menjadi asing.



from: http://kompas.co.id/index.php/read/xml/2008/04/11/10094447/is.your.guy.a.gay.

Dia begitu menggoda. Setiap hari SMS dan telepon. Teman yang sangaaat menyenangkan. Tampan pula. Tapi dia tak juga menyatakan cinta. Is he the right guy? Or just another gay.

Ada sebuah kisah nyata. Seorang perempuan menikah dengan pria yang sangat dicintainya. Laki-laki yang sangat menjaga kehormatannya. Tapi selama seminggu setelah pernikahan, tak terjadi apa-apa.Tak ada malam pertama. Halo! Tak ada lagi yang perlu dijaga setelah sah di depan agama, bukan? Tak sampai sebulan, si pria
tak tahan dan mengakui bahwa dia gay.

Kisah nyata lain. Seorang model yang berbunga-bunga karena dekat dengan seorang penyanyi. Hubungan mereka sungguh dekat. Tiap hari, minimal tiga kali dalam sehari,
si penyanyi meng-SMS atau telepon,"Kamu lagi ngapain?" "Sudah makan belum?""Ketemuan yuk!" Penyanyi tampan bersuara indah yang membuat si model deg-deg-an tak karuan. Tapi kata cinta tak juga muncul. Hingga pada suatu malam di sebuah club, sang model memergoki pujaan hatinya tengah berpelukan mesra dengan laki-laki Iain.Ya, dengan sesama lelaki.

Ada tiga alasan gay membina hubungan dengan perempuan:
1. Berusaha sembuh (dan biasanya tak berhasil),
2. Kamuflase (agar dikira straight), dan
3. Hanya ingin bersahabat (dan kita salah tangkap).

Lalu, bagaimana mendeteksi pria gay? Karena mereka terlihat normal. Seorang teman gay bilang, kebanyakan perempuan tidak punya gaydar (radar untuk mendeteksi gay). Jadi, silakan disimak ciri-ciri ini saat dia masih pendekatan.

1. PENCINTA CERMIN
Kebanyakan laki-laki gay teramat menyukai tubuh dan penampilannya. Dia tidak bisa menahan diri setiap kali melintasi kaca/cermin. Dia pasti melirik kaca mobil yang parkir, kaca mal, cermin toko, apa pun yang bisa memantulkan bayangannya. Dia tak bisa tidak melihat tubuhnya dan kerap membenahi baju atau rambutnya. Sekilas apa pun.

2. MISTER MATCHING
Selalu terlihat rapi dan bersih. Kuku-kukunya terawat. Rambut tertata. Biasanya di-styling. Kulit wajah juga bersih dan hampir tak pernah tampil berminyak. Bajunya
jaraaang sekali kusut dan pasti matching, from head to toe. Dia perlu waktu khusus untuk mix n match pakaian yang akan dipakai setiap harinya.

3. TOPIK PEMBICARAAN
Cobalah lihat reaksi dia ketika ngobrol dengan laki-laki heteroseksual. Ketika mereka berbicara masalah otomotif, politik atau menaklukan perempuan, dia akan lebih banyak diam dengan komentar sekadarnya. Tapi, begitu ganti topik ke arah fashion dan make up, ia begitu vokal. Bahkan, ia bisa tahu alis Kris Dayanti asli atau tato.

4. KOK DINGIN
Pada saat membicarakan Angelina Jolie, ia lebih terpesona dengan aktingnya daripada keseksian bibir dan tubuhnya. Ketika diperkenalkan dengan relasi laki-laki dan perempuan, dia lebih menaruh perhatian dan berusaha untuk akrab pada si laki-laki. Dan, kalau sudah sebulan kencan, dia belum juga berusaha menyentuh atau mencium Anda. Atau, dia tidak pernah memberi ciuman yang dalam dan lama, walau Anda sudah
'terbakar'.

5. LINGKUNGAN PERGAULAN
Coba cari tahu siapa lingkungan pergaulannya. Coba nguping, siapa teman yang sering menelepon ke tempat kerja yang bukan urusan bisnis? Pergoki juga pergaulannya di tempat lain di luar jam kerja. Jika kebanyakan adalah lelaki berpenampilan manis,
kemungkinan besar dia termasuk salah satu di antara mereka.

6. PERHATIKAN MINATNYA
Banyak lelaki gay yang sangat berminat pada bidang kreatif. Mereka lebih suka olahraga berenang ketimbang menonton bola. Jika diajak ke bioskop, dia akan
memilih menonton film romantis daripada laga.

7. RIWAYAT KELUARGA
Perkembangan lingkungan keluarga ikut membentuk perilaku seks seseorang. Jika dia bercerita sangat dekat dengan ibu atau kakak perempuannya semasa remaja, ada potensi dia gay. Konon, anak laki-laki satu-satunya di antara saudari perempuan dan anak mami
juga cenderung berpotensi gay.

8. SENSITIF
Dia tahu dengan pasti apa yang kita rasakan pada saat yang sangat sangat tepat.Tapi di kali lain, dia bisa uring-uringan enggak jelas dan tidak mau bicara tanpa kita tahu sebabnya. Seperti kita kalau sedang PMS.

9. CENDERUNG TALKATIVE
Dia nyaris tak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Ada saja yang bisa dijadikan bahan pembicaraan dan kita nyaman dengan semua itu. Dia bisa diajak membahas hal-hal kecil dengan riang hati.

10. PERFEKSIONIS
Mister yang satu ini juara detil. Dia bisa dengan cepat melihat ketidaksempurnaan dan terganggu karenanya.

KENALI DARI WAJAHNYA

Penelitian yang dilakukan psikolog Nalini Ambady dan Nicholas Rule di Amerika menyimpulkan hampir setiap orang dapat mengenali apakah seseorang di depannya
homoseksual atau heteroseksual hanya dari wajahnya. Dalam penelitiannya, ia menghadapkan 90 lembar foto wajah pria gay dan heteroseksual secara acak pada
sukarelawan laki-laki dan perempuan.

Masing-masing diberi kesempatan 33 milidetik hingga 10 detik. Saat diberikan waktu 10 milidetik atau lebih mereka dapat mendeteksi foto laki-laki mana yang homoseksual dengan tingkat ketepatan 70 persen.

Chic (Ika Nurul Syifaa/Candra widanarko)



Adi ki wrote:
Sedikit mau cerita-cerita,

Kadang, berteman sama orang-2 yang cakep bisa menimbulkan masalah. Khususnya masalah yang ditimbulkan oleh diri sendiri. Ya karena pada dasarnya G tetep aja G, gak bisa dipungkiri even fisik bukan hal yang utama, tapi kadang bisa tergoda juga.

Padahal sudah terbiasa bertemen sehari-hari, contoh kasus di kantor, yang orang-2nya bisa dibilang cakep2. Hubungan sebatas teman kantor sih masih terbilang gak menimbulkan masalah. Gua kadang bersyukur, kehadiran mereka bisa membuat fresh suasana. Tapi kalo udah kelewat deket, karena sesuatu hal yang random, deket secara fisik dan apalagi emosi, tiba-tiba aja timbul "sesuatu" pada diri gua. Nah inilah bagian yang paling gua benci. Dengan berbagai cara gua harus menjauh dan berusaha menghilangkan "sesuatu itu".

Ada satu hal yang pernah membuat gua merasa tertekan. Ketika tugas luar kantor bersama temen, kebeneran dia ngundang temennnya di kota itu. Anyway busway, menurut gua temennya itu lumayan "cakeeeeppp euy". Dan itu temen eaktu kecil-nya temen gua. Karena banyak kesempatan ngobrol sama dia, dan temen gua itu sibuk dengan urusannya, gak tau kenapa gua menangkap adanya "sesuatu". dan itu gak cuma gua aja yang merasakan dan keliatannya dia juga. Gosh... it was the first time I really loosing my self into someone in the "right" way. Keliatannya kayak anak kecil banget sih tapi begitu lah perasaan gua waktu itu. Sampe akhirnya gua tersadar, itu gak boleh terjadi, dia itu temennya temen kantor gua, temen. Dan bla bla bla bla bla... gua bilang sama dia "dalam jangka waktu dekat gua akan menikah dengan seseorang". Mendadak suasana jadi dingin dan tiba-tiba dia "agak" menjauh... (I'm really sorry dude... gua terpaksa). Good bye and hopefully we never meet again.

Sudah selesai dengan masalah itu, eh tiba-tiba ada "pendatang baru" di kantor. Anak abg banget gayanya, tadinya sih cuma becanda-becanda doang, koq tiba-tiba jadi ada yang aneh. Sekali lagi, gua memutuskan, done. Gak boleh di lanjutkan, sebelum bener-bener dia tau gua tuh "begini".

Dan kemudia, tiba-tiba gua mendapat telepon, orang yang udah sudah 2 tahun gak ketemu mau maen ke rumah. Sengaja gua menjauh dari hal-hal yang "bisa" membuat timbulnya masalah "hati" pada diri gua.

Setau gua dia itu orang yang str8, cuma karena dia menganggap gua "mas"-nya, dia itu bener-bener manja kalo udah deket-2 gua. Dan gak bisa dipungkiri, kalo suasana sudah terasa deket banget, sebagai orang gak "bener", akan terlintas pikiran-pikiran gak "bener". Untungnya gua bisa menahan dan gak pernah sedikitpun gua menuruti "bisikan-bisikan gak bener itu". Sampe gua putuskan untuk sedikit-sedikit mulai menjauh dari dia, dia gak tau kalo gua itu orang gak "bener".

Siapa yang gak tergoda, dengan potongan "model", putih sampe ke "pelosok-pelosok" (soalnya dia sering gak pake baju kalo lagi di rumah, terpaksa deh gua ngeliat... ugh ugh.. tega nian dia menyiksa gua). Beruntung akhirnya gua bisa jadi lost contact.. eh tiba-tiba ada tlp dan itu dari dia memberi kabar mau dateng. Entah gimana caranya dia dapet no tlp gua......... .......

Apalagi kalo lagi "rapuh" kayak gini, orang-orang kayak gitu cuma menambah kesedihan. Kalo kayak gini, kadang serasa hidup dalam "kutukan"... Oke deh, welcome "back" my dude.. Gua tau elu mau curhat kan.. curhat banyak hal. Tapi elu gak pernah tau, gua juga mau curhat tapi gak pernah bisa terungkap...

xoul_male wrote:

gua setuju sih, kadang seprti dalam kutukan,, gua juga pernah mengalaminya, dimana kita lagi dekat ama teman, tapi lama kelaman muncul perasaan aneh, dan perasaan aneh itu benar2 menyakitkan, perasaan yg ingin sekali kita wujudkan tapi tidak mungkin dan tidak boleh di wujudkan, kita tertekan sekali dan merasa apa yg harus kita lakukan dengan perasaan dalam diri kita sendiri itu..

dan mengapa itu harus terjadi ama kita, kalau cuma sekali sih gapapa, tapi ini sering terjadi, hm, kadang manusia juga ada batas kemampuannya, jadi kadang gua juga tidak mampu utk bertahan , tidak bisa bertahan utk melupakan, dan saat tidak mampu melupakan itulah gua merasa menyesali diri sendiri kenapa harus begini, kenapa tidak bisa terwujud keinginann kita,, kenapa mesti ditahan keinginan kita utk mencintai dan di cintai oleh org yg kita cintai.. hal yg mustahil. beginilah serasa hidup di dalam kutukan, hehehe


shyguy 2002 wrote:

sampai kapan harus membohongi hati nurani sendiri?
sampai kapan segalanya harus terasa jadi cobaan?
hidup cuma sekali bro, try anything at least once :)
loose yourself in... but in a controlled way



From stingwood

Sometimes its hard to maintain your pick-up artist consciousness. Just today I started chatting up the guy behind me in the coffee line. Forgetting my training, I made some lame observation about the weather- a topic, you might imagine, quickly exhausted. Needless to say, I soon found myself sipping coffee alone.

What happened? I had failed to successfully navigate the crucial "first minute" of the pick up encounter. When I look back at my disasters, most of my crash-and-burns have been in the first 60 seconds.

In the first 60 seconds, you're being sized up. Your target is giving you a one minute audition. That's how long you get to pique their interest.

Your goal in that first minute is attraction in the broadest sense. You have to reach a point where your target wants to continue talking to you.

Then you can launch into the next phase of seduction, building rapport and sexual interest.

Of course there are dozens of ways to create an attraction between you and the guy you're trying to open. You can use humor, innuendo, bubbly openness, cattiness, strategic touching, or simply rely on your good looks. The point is to get the guy involved and give him a chance to be attracted to you.

Fortunately, not all of my pick ups are as lame as the one in the coffee shop. Just the other day I hooked up with an extremely hot guy in the aisle of my local supermarket. I caught him checking me out, approached and opened him, and pretty soon we were laughing and exchanging phone numbers. What went right?
  1. I didn't hesitate. The single biggest thing you can do to improve your pick up game is to learn to approach guys that interest you without hemming and hawing.

  2. My body language was relaxed. Guys like guys who are self confident. If you look nervous or anxious, your social fear will destroy your chances even before you open your mouth.

  3. I smiled. My grin may be goofy but I've learned to use it with abandon. A smile makes you friendly and non-threatening, disarming your target's wariness, and as often as not your smile makes your target smile back.

  4. I spoke up (you're approaching him, remember?) and I had an opener ready. An opener is any comment that gets your target immediately involved. In this case I used my favorite, which is...

  5. "I noticed something about you." This is a great opener not only because it's totally irresistible (who doesn't want to know what you've noticed about them?) but also because it forces you to be spontaneous about whatever comes next. Because I never know what it is that I supposedly noticed about my target until I'm actually talking to him. "I noticed something about you... your head is shaven, why did you do that? You're really tall, does that intimidate people?" Or, in the case of my supermarket guy, "That's a really weird tattoo--what's it supposed to be?"

  6. I didn't fawn or shown neediness. Complimenting a guy you just met puts him in a position of power and makes you a supplicant. I always try to work a neg into the first minute of conversation--a kind of half-compliment, half-insult that puts my quarry off-base. With the supermarket guy, I "noticed" his cool tattoo (why else would he have a tattoo if he didn't want to get it noticed?), but I took back the compliment by calling it "weird" and indecipherable.

  7. I indicated I could only talk for a minute. Adding a time limit helps your target to tolerate your approach, since, after all, they're only investing a minute of their time.

  8. I kept rifting. Being talkative in a natural way gives you an opportunity to draw in your quarry and gives your guy a chance to start to feel comfortable with you. "I love tattoos! I'm going to get one... the design is going to be... afraid of the pain... a friend got a shoe tattooed on his chest..." Like a good jazzman, rift and improvise on the subject at hand, circling back at appropriate times to ask a few relevant questions.

  9. I watched for the connection. If you handle everything right and your pick up is going smoothly, about a minute into the opening you'll notice a subtle change come over your target. His guard will drop and his wariness will turn to interest and attraction. The signs are subtle but definite: his eyes will hold yours, his smile will become broader and less forced, and his body will relax. If you're doing really well, he'll laugh hard at your jokes, make his own efforts to keep the conversation going, and may even reach out to touch you.
  10. All that means you're "in."[style] You've passed your one[style] minute audition and are on your way to a successful pick up. Now keep exploring your target's loves and life and get him involved in the conversation.



From Ramone Johnson, Your Guide to Gay Life.

Patience is one of the hardest things to learn in life, especially while building relationships. It's known that gay relationships mature at an accelerated rate, often much faster than relationships between straight couples. Nonetheless, one thing heteros and homos have in common is the time it takes to find the right mate.

If you've fallen head over heels for a guy you had a date with, met online or in any other situation, just be patient! Take your time getting to know him. Be sure not to panic if he doesn't call you on a daily basis or if you two aren't picking out china patterns after a week of romance. If you guys hit it off, chances are he's into you as much as you are into him, but any potential relationship will be much better off if you take it slow and get to know him.

First impressions are great, but you can only get to know a person well after spending time with them. Who knows, he may turn out not to be the person you thought he was. On the other hand, he might just be the man of your dreams. Only time will tell!



armanachbar wrote:

bagian 1:
=========
suatu hari di pertengahan tahun lalu ketika gw harus berangkat pagi tiap hari. berhubung naik angkutan umum..disanalah kesempatan utk sekalian cuci mata. 1-2 hari masih belum ada apa apa..gw biasa duduk di bangku nunggu angkutan dateng sambil baca koran. sampe suatu hari
tiba tiba ada cowo bermata bulat, bibir tipis , putih muncul...hmmm. .akhirnya dateng juga penyegar mata di pagi hari hehehe. beberapa kali aku coba liatin tapi dia ga ada reaksi. ok
deh..mungkin dia dari golongan lain. aku coba beberapa kali deketin dia ...kasih sinyal ke dia..tapi ga ada satupun sinyal balik. akhirnya gw putus asa dan coba lupain dia.

bagian 2:
=========
disaat gw mulai jauh dan cuekin dia ..ternyata sekarang berbalik..malah dia yg curi pandang ke gw..suka mancing utk kasih senyum. tapi gw kan jadi bingung..maunya dia apa. kenapa dulu dia
cuekin aku. akhirnya sekarang gantian..dia kirim sinyal..tapi aku ga kasih sinyal balik .

bagian 3:
=========
datenglah orang ke 3..seorang cewe..yg tiba tiba duduk di bangku yg biasa aku dudukin. si cewe coba cari perhatian aku..main lirik..tapi aku ga tahu..apa dia udah punya suami..atau coba main api. jelas aja si cewe susah utk dapet sinyal balik dari aku. akhirnya si cewe ngeliat cowo itu juga..dan dia mulai mengalihkan sasaran ke cowo itu. akhirnya mereka kenalan..suka ngobrol bareng dan jalan bareng. aku suka curi curi ngeliatin mereka ber2. aku yakin mereka ga tahan
lama. ternyata emang bener..ga berapa lama...mereka diem dieman. yg biasanya duduk bareng sekarang mulai pisah sendiri sendiri.

bagian 4:
=========
tahun baru..kisah baru. tahun baru dibuka dgn aku yg selalu kesiangan shg selalu muncul bareng dgn cowo itu . dia masih suka ngeliatin aku..ngarepin dapat perhatian dari aku. tapi aku masih
bingung apa yg mesti kulakukan. si cewe itu juga masih ada. apa sih yg sebenarnya terjadi. apa si cowo itu emang pingin kenal aku..atau dia cuma pingin temenan. gimana dgn cewe itu..siapa dia sebenernya. apa cowo itu bakal balik dgn cewe itu. terus terang cowo itu meskipun cakep tapi bodynya agak ceking..not my type. tapi kenapa aku selalu terbayang bayang pandangan dia..wajah dia.



ruben rico wrote:


Wah kok cerita loe sama buanget sama gue ya...alias gue banget tuh!
Gue juga cuma beraninya 'segitu' doang.
Gue ikutan sharing juga ya...

Kemaren ini ada pertemuan di kantor gue dari berbagai anak perusahaan cabang. Seperti biasa meskipun gue cuma karyawan pas-an tapi selalu diikut sertakan dalam acara -2 beginian. Nah, di salah satu sesi, temen gue (cewek pastinya) bilang bakal ada cowok yang cakepppp banget dari cabang lain, so dia berharap banget cowok itu ikut acara pertemuan ini. Jeng jeng jeng........ . yang ditungu-2 ternyata dateng dan hasilnya hampir semua makhluk cewek (muda, tua, manager sampe OB cewek) semua pada cari perhatian dan selalu ngeliatin tuh cowok. Kayaknya pertemuan hari itu jadi ajang perebutan mencuri hati nih orang.

Komentar gue.... busyet memang cakep banget! Mungkin karena dari dept. sales, jadi kan harus berpenampilan semenarik mungkin. Gileeeeee lu cakep abiz men! Bener-2 pengennn bisa lebih deket sama loe......... (puas juga ngungkapin perasaan disini....kayak orang prustasi terus teriak-2 sendiri di tepi laut hehehehe sinetron banget).l

Nih cowok jaim abiz n gayanya ke bule-2 an gitu.
Temen-2 cewek gue pada heboh banget (dan yang bikin gue desprate...sebenern ya gue juga pengeeeeeen banget bisa ngeliatin dia, tp gimana dong gue kan juga cowok yang harus tampil senormal mungkin di dunia yang masih mangganggap tabu co KAKA).

Di setiap sesi dia selalu duduk 2 baris didepan bangku gue agak serongf kekiri. Yang gue perhatiin dia sering banget nengok kebelakang dan akhirnya sering gak sengaja bertatapan dengan gue (red: gue jaim banget loh gak ngeliatih dia, jadi bener-2 tatapan kecelakaan).

Tapi ya itu tadi, sering banet kita gak sengaja bertatapan dan kita sama-2 langsung melengos aja ngeliat hal-2 lain lagi. Pas acara break, nih orang kayak cacing kepanasan dan bentar-2 nemgok kearah gue (dalam hati dah dag dig dug, tapi cepet-2 gue berpikir bahwa dia sedang mencari/menunggu orang yang mungkin ada didekat gue........so, gak mungkin lah dia ngelihatin / merhatiin gue, gak mungkin!). Cuma gue makin panas-dingin dan pengen banget bisa ngobrol ma dia, tapi mana mungkin, dia sudah dikerumuni berbagai jenis cewek.

Gak tau gimana, tiba-2 dia bisa menerobos kerumunan cewek-2 itu dan kelihatannya dia mau cari ruang untuk ngrokok (karena ditangannya sdh siap marlboro+geretan) . Gak tahu gimana juga, pintu keluar ada disamping dia, tapi dia malah jalan kearah gue....senyum, terus melengos lagi...muter kebelakang gue dan jalan keluar pintu....... ......

Jadi bingung..... ....kenapa ya nih orang?
Huhhhhhhhhhh payah banget ya... gimana mau dapet pacar, mau dapet temen yang kita sukai aja susahhhhh banget rasanya.
Yah mudah-2 an gue bisa tetap CAIYOOO menjalani hidup ! Amien.

Anto Sanjaya wrote:

Sepertinya banyak teman2 yang karen alasan JAIM jadi malah TERSIKSA sendiri.Makanya mendingan JUJUR aja siapa lo asal SIKAP kita GAK BERLEBIHAN.Sudah SAATNYA KITA BILANG: "Gue gay,ada yang keberatan?". Gue yakin orang itu menilai kita dari PERILAKU dan KINERJA yang BAIK


anthonny william wrote:

sorry ya anto sanjaya, gw bkn nya ketawain u... terserah u seh, klo u mo terbuka tp terserah kita2 juga donk klo mo tetep tertutup (undercover) . klo menurut gw seh, bkn nya gw gak mo JUJUR... bkn nya juga gw takut gak diterima ama masy tp gw punya rencana hidup sendiri. pastinya u juga punya rencana kan buat hidup u^_6.

gw masih kepingin jadi co "NORMAL"... walopun sadar dalam diri gw juga mencintai sesama co, ya gpp lah.... toh, syukurnya, gw msh suka juga ama ce, jadi kemungkinan gw nikah en punya anak kan masih ada^_^, gitu lho... mungkin dalam hal pemikiran (anto sanjaya), gw sependapat bgt... ato mungkin sama^_^ tp gw tetep merasakan bhw menjadi co yg suka sesama co itu tetep suatu hal berbeda, walopun gw suka menjadi berbeda, tp buat gw gak perlu utk mendeklarasikan diri seperti itu. "JAIM" mungkin menjadi suatu gaya gw utk tetep undercover di dunia KaKa ini. toh, klo pun akhirnya ke-gay-an gw terbongkar ama kluarga en tman2 straight gw, siap ato gak... gw dah tau bhw gw harus menerima keadaan itu. gw aja bisa menerima keadaan gw yg suka ama sesama co, masa' gw ampe stress ato ampe bunuh diri hanya karena lingkungan tau identitas gw yg sebenarnya. ^_^ thnx bro... tp gw akan tetep JAIM en UNDERCOVER ajah


anthonny william wrote:

ketika gw ada janji ama dosen di kampus...

pagi2 bgt dah nungguin krn mang janjinya pas sebelum jam kuliah pagi. bete... nunggu sendirian, kampus msh sepi bgt. eh ada junior 2 anak, cowok ama cewek.... yg cowok, lucu bgt, imut, cakep, brondong abiesz, matanya bagus (pertama kali gw liat org, tuh matanya^_^). mereka lg tempelin brosur di mading2 kampus. gw liatin yg cowok... bener2 tipe gw bgt, tp gw cuma bisa ngeliatin dia aja.

pengennya seh ngobrol, kenalan en jadi temen... tp malu bgt gw. masa' cowok kenalan ama cowok... kya gak ada cewek aja. klo di dunia KaKa seh... normal aja, cowok kenalan ama cowok.. inikan dunia gw yg biasa, gw jd malu ah^_^.

gak bbrp lama... ketika mereka telah selesai tempelin tuh brosur, yg cewek pergi entah kemana, yg cowok kya nya msh tunggu jam kuliah. jadilah tinggal kita berdua di kampus. spt yg gw bilg td, ketika dia lg tempelin brosur, gw liatin dia terus, en dia juga kadang liat ke arah gw... klo pandangan kita bertemu, pasti salah satu dari kita langsung pura2 gak melihat ahahahahaaa..... seru juga maen liat2an bgini.

ketika tinggal kita berdua, tiba2... tuh cowok datang ke arah gw en menduduki bangku yang disebelah gw. duh... deg2an gw, dia ada disamping gw. trus, dia yg ngajak ngobrol duluan... tanya ini-itu, gw seh jaim2 gitu degh... biar gak kliatan deg2an nya hihihiiii.... kya nya dia juga ngobrol ama gw, cuma ngusir sepi aja, apalagi kita cuma berdua, gak ada siapa2 lagi...

mungkin krn gak ada temen yg bisa diajak ngobrol aja degh, akhirnya dia ngobrol ama gw. kebiasaan buruk gw... selalu lupa nanyain namanya en gak berusaha deket ama dia, jadilah gw cuma bs liat2an lagi klo dia ada di kampus. yg pasti, dia anak lokal (karena gw kul di luar jakarta) en angkatan 2005. fresh!

satu lagi, ketika malam tiba, temen kos gw ngajakin nongkrong di wedang hik (angkringan, bahasa sono-nya). pas lagi nongkrong... datang cowok, kya nya juga mhsw baru... mukanya kya pemeran K-dorama A LOVE TO KILL yg jd Tuan Kim (cowok kaya yg suka eung-suk, rivalnya Rain), yang disiarin Indosiar tiap sore.

klo gw ama temen gw seh cuma pesen minum aja, mang rencananya juga cuma nongkrong... klo dia makan nasi kucing (nasi bungkus kecil). sambil makan, dia suka melirik2 ke gw gitu. gw juga dah dr dia dateng, dah ngeliatin dia mulu.... yah curi2 pandang gitu lah. eh dia juga maen liat2an gitu ama gw. duuh.... jd enak ney.

tp sayang, semua yg gw lakukan itu cuma sebatas shopping window ajah... gpp lah^_^

semoga aja, moment berikutnya ada yg nyantoL.... hehehhehehee

Si Panda wrote:

Hmmm… lu angkt 2005 yah?? Nih coba lu usahakan jadi asisten dosen atau asisten laboratorium atau asisten praktikum… Sesuai pengalaman, pas ntar lu jadi tutor/asisten, lu bisa bebas deketin junior :-)

Apalagi klo mereka lu kasih tugas yg susah, n jgn lupa kasih no hp lu pada saat ngasih tugas, umumin klo lu bisa di telpon/sms klo mereka bingung ama tugasnya, jadi mereka bisa konsultasi masalah tugas praktikum :-)

Gut luck :-)

Jgn terlalu jaim deh, kadang junior itu kan malu klo deketin senior :-)



4ngel eyes wrote:


Gue minta saran dong karena gue lg pusing abis.

Begini ceritanya : kismis kali

Gw mungkin gay walaupun sampai saat ini ga pernah pacaran apalagi ML sama cowok. Gw kuliah di daerah jakarta ( sudirman ) tinggal sama kakek dan nenek gue dari bokap.
Bonyok gue tinggal di bandung karena bokap gawe di sana. Kurang lebih dua minggu lalu. Suami sepupu gue yang disurabaya ( umurnya 30 - 35 tahun kali ) dapet tugas dijakarta dan tinggal di rumah kakek gue. Gue ga terlalu kenal sih paling kalo ketemu pas lebaran, itupun baru beberapa kali karena dia juga baru 2 tahun meried ma sepupu gue.

Orangnya ganteng, ganteng abis. Badanya juga bagus. Pokoknya impian para wanita dan gay kale. Nah masalahnya akhir akhir ini dia jadi ramah sama gue ( mungkin karena kita tinggal satu rumah kali ya ). Kalo udah pulang kantor pasti ketok ketok kamar gue buat ngobrol atau nonton tv. padahal diruang tengah ada tv. Kadang Tidur tiduran sambil ngajak ngobrol dan parahnya dia suka Cuma pake celana pendek doang tanpa baju ( kelihatanlah bulu bulu dipaha dan maaf
:ketiaknya )

Kemaren dia nonton tv sampe ketiduran di kasur gue ( gue kan jadi stress ). Ga tau harus berbuat apa. Sejujurnya sih kemarin pas dia tidur gue sempet senggol senggol anunya dan ampun gede banget padahal lagi ga bangun. asli gue horny banget dan pengen banget oral dia. tapi ga bisa berbuat lebih karena gue takut. ( ntar kalo dia tau dan marah trus ngomong ke keluarga besar gue gimana. Bisa digantung gue ma bokap ) .

Emang sih gue suka seneng ngeliat co dengan badan bagus tapi itukan ditempat umum , dikampus ato dijalan jadi ga terlalu ganggu dan ga masalah bagi gue. tapi ini cowo ganteng banget, dikamar gue tanpa baju Cuma pake celana pendek tertidur pula kan bikin gue stres abis.

Kasih saran dong. Apa gue mesti menghindar dari dia dan ga usah terima dia main dikamar gue ( ntar dia tersinggung gimana ). Atau gue harus nekat kalo dia tidur gue oral aja toh istrinya jauh di surabaya.( tapi kan istrinya sepupu gue ).

Aduh gue pusiiiiiiiiing nih.


Achmad M wrote:

menurut gue sih menghindar aja.... toh itu lebih baik hati-hati lebih baik daripada mengedepankan nafsu akhirnya mencelakai kita... lagian u belum pernah main ma co, berarti loe bisa tahan nafsu u lebih baik perkuat pertahanan u jangan sampai main ma co.... deketin u punya ce aja...... trus saat dia pulang u pura-pura aja pergi keluar jalan-jalan bentar diluaran setelah dia nonton di ruang lain u masuk kamar dan langsung tidur atau pura-pura belajar kan lebih baik u ada alasan lagi belajar jadi gak stel tv gitu


ari aria wote:

kalo mau yg netral begini aja.
  • pertama (weh kayak apa aja) kamu panggil2 si ganteng itu (berusaha mbangunin gitu)
  • kalo ga bangun2 juga (entah siganteng ini pura2 tidur buat mancing2 kamu ato gak)
    kamu pura2 tidur aja sebelahan ama dia
  • pastinya kan kamu ga bisa tidur (hehehehe) tapi karena tidur orang ngapainaja pasti dimaapin jadi gunakan kesempatan itu untuk berbuat sesuatu (note: jgnberlebihan kayak oral2an) yah raba2 dikit kek atawa meluk (pura-puranya melukguling gitu hehehehe--itu kalo disitu ada guling lho)
  • kalo si ganteng itu ada respon (kemungkinan dia seneng ama kamu tu jadimancing2 ama kegantenganya dan bagi dia--kalo dia juga plu-- kamu itu ada kecenderungan PLU kayak dia jadi dia brani mancing2)

emang terkesan sinetron indonesia banget tapi ga beresiko tinggi kayak mengoral2 segala kan. hehehehe


moonshadow wrote:

take it or leave it.
hehe, saran gw sih jangan lah. puasin aja liat pas bobo. :D
rekam - liat lagi - rekam lagi . gitu.
kalo main api - entar kebakar.

tapi semua tergantung kamu lah...
btw, ntar cerita ya kelanjutannya :D

salam kenal,
moon


Bambang Hermanto wrote:

hi angel, sory ga tahu namanya, gue cuma punya saran, kalo lo memang ga mau ketahuan sama bokap lo ya jangan lakuin, cukup di pandang aja, kecuali lo mau tahu dia kaya gimana, yah lo pura2 tidur aja kalo dia masuk kamar lo dan nonton bareng lo, lihat reaksi dia gimana? kalo ga ada rekasi yah udah berarti dia ga ada apa2, bisa juga pas lo tidur lo buat barang lo "on"
nah lihat aja reaksi dia gimana? kalo positif yah dia pengang paling minim juga sentuh2 dikit. itu aja saran gue semoga bermanfaat.

palais12 wrote:

Saran gue sih loe harus menghilangkan pikiran-pikiran untuk melakukan hal-hal yang berbuat tidak senonoh terhadap suami sepupu loe itu, seperti niat untuk mengoral atau menyenggol-nyenggol anunya. Ngobrol aja seperti biasanya dan nggak usah mancing-mancing masalah gay deh. Menurut gue kenapa dia suka pake celana pendek, mungkin dia kalo di rumah emang begitu.

Kalo dia ramah sama loe ya jelas aja, namanya juga saudara, yang tinggal di rumah loe kan yang muda kan loe berdua, masak dia mesti ngomong ama kakek loe terus.



silent_rage999 wrote:


Dear all,

Langsung aja yah...di kantor saya ada co yang saya suka...36 yrs old, not married yet, tapi sepertinya sih str8 banget. Saya memberanikan diri untuk sms dia, tanpa nama. Waktu saya bilang I think I like him, dia bilang dia surprised, and tell me there's nothing he can do to help and that it's not too late for me to change.

Yang membuat saya happy namun juga jadi penasaran adalah kalo saya sms dia..dia selalu baik banget dan mau nge-reply. Kadang juga ga dibales sih, tapi kebanyakan dibales. Saya bingung kenapa dia baik banget, most other st8 guys kalo dapet sms dari co dah pasti ga bakal bales, betul ga? Waktu saya tanya kenapa dia baik banget, dia cuma bilang well as long as we know each others position and respect each other (yang artinya confirming bahwa he's str8), it's okay if once in a while we exchange sms.

Tapi ketika gua nanya can we always be like this, exchanging sms, dia bilang sorry dia ga merasa comfort karena gua tau dia dan dia ga tau gua. Gua bilang it's difficult for me to tell who I am because it would be too embarassing for me, belum lagi risikonya (secara ini adalah lingkungan kantor), walaupun gua sepertinya bisa percaya bahwa dia ga akan bilang ke siapa2.

Yang mau saya tanyain, berdasarkan pengalaman teman2 semua, mungkin ga sih he could be gay undercover or at least bi? Ga mungkin kan yah co str8 mau sebaik itu, dan terlebih lagi ampe pingin tau siapa gua? like I said before, kebanyakan pasti ga akan bales dari pertama mereka tau gua co. Atau mungkin dia memang spesies yang sangat jarang, co str8 yang sopan dan dan mencoba untuk respect dengan keadaan orang lain, tapi bukan berarti dia gay atau apapun yang condong ke arah sana. Kalo yang terakhir, berarti kan I should get rid this little 'hope' of mine, then try to move on...

Sebenernya sih kejadiannya sudah berlanjut, tapi untuk sementara saya mau nanya pendapat teman2 terlebih dulu..thanks untuk perhatiannya.

gugun wrote:

Membaca tulisan loe. Gw jadi ingat kejadian yang sama yang pernah gw alamin. Ada seorang teman kuliah yang mengusik rasa di hati gw... Secara fisik, dia biasasaja, tapi menarik. Dalam pergaulan, dia banyak yang suka. Orangnya care, sangat ramah dan open minded.

Mungkin karena gw tidak berani ngambil resiko, gw memilih untuk mengirim sms tanpa identitas... Trus, bla-bla..bla

Respon dia terhadap sms gw sangat baik. Kami sempat beberapa kali sms-an, sebelum akhirnya gw bilang gw kagum ama dia. Dia bilang, dia tersanjung karena ada cowok yang kagum padanya, dan baginya itu hal yang wajar. Dan ketika gw sms bahwa gw ada rasa suka (cinta) pada dia. Tanpa menunjukkan permusuhan dia balas bahwa dia tidak mungkin untuk membalasnya, karena dia straight dan punya pacar cewek. Duh perihnya terasa di hati ini.. Bukan karena ditolak, tapi kenapa dia begitu baik, sehingga rasa cinta gw semakin menggila... Sudahlah..
:-(

But, ada beberapa hal yang loe mungkin harus pikirkan:

Bisa jadi itu orang memang baik dan sangat openminded. Baginya, kualitas seseorang tak dipengaruhi oleh orientasi sexnya.

Mungkinkah dia pura-pura baik, sampai suatu saat elo membuka diri dan kemudian memanfaatkan hal tersebut untuk hal-hal yang merugikan loe.

Bagi gw, jatuh cinta pada pria straight, ibarat menggantang angin. Menyayangi mereka seperti sang capung yang mengagumi cahaya bulan di sebuah telaga. Dia pikir bulan sangatlah dekat, tatkala dia ingin menyentuhnya, tenggelamlah ia.... sia-sia (at least, itu yang gw pikirkan)

Tapi dari emailmu, kaya'nya teman kantormu itu memang baik dan open minded. Sekarang tergantung loe. Apa mau mencoba sesuatu dengan resiko yang lebih besar. Resiko buat loe dan dia juga tentunya. Tapi... jangan deh, kasihan anak dan istrinya.... .

;-)


silent_rage999 wrote:

First, thanks untuk teman2 semua yang udah sharing dan ngasih opinion. Tuk Gugun, dia masih single kok =). Anyway, seperti yang saya bilang, kejadiannya sudah berlanjut.

Berhubung natal dah mau dekat, walaupun dia ga merayakan, last week I decided to give him a gift and at the same time reveal my self. I gave him arabic music cds (it's his favorite music) and told him that I'm sorry karena selama ini ga bisa bilang, karena sulit buat gua untuk reveal myself, dan bahwa gift ini adalah my gratitude karena selama ini dia dah baik sama gua. gua juga bilang pls dont tell anyone in our firm, especially kolega di departemen gua. Di bagian paling bawah gua tulis: your ex-secret admirer, my name.

Gua pingin bilang I hope we could still be friends..tapi gua ga pingin bikin pressure/bikin dia freak out. so I just said thanks and take care.

Walaupun satu perush, gua dan dia beda kantor. So I sent the gift through courier, and you know what, dia reply ke internal email di kantor. Dia bilang: XXX, thank you for the CDs. You shouldnt have bought them..but thank you. Most of all for the honesty. Don't worry about the rest.

That's it. Pertama2 gua seneng banget dapet reply dari dia, acknowledging my gift and telling me to not worry. Gua bales dia, saying your welcome and that I gave the gift because I want to
return his kindness, so no worries. Gua juga bilang gua beli CD itu sudah cukup lama dan sudah lama pingin ngasih ke dia tapi ga punya keberanian. dan gua merasa glad gua finally did it.

And that's all. he didnt reply again, mo more conversation. Walaupun gua benci mengakuinya dan udah mengingatkan diri gua untuk tidak berharap akan apapun dengan tindakan gua ini, jujur ternyata gua masih berharap..bahwa akan ada kelanjutan dari ini semua....karena kalo gua ga berharap ga mungkin gua merasa agak2 sedih dan brokenhearted sekarang ini...bodoh yah. But I cant help it...it's what I feel.

Dan rasa penasaran gua tetep ga terjawab..malah tambah banyak
kemungkinannya. .dia str8, dia gay/bi, dia gay/bi tapi ga interested
aja in me...but none of them does matter anymore right...

Gua pingin sms dia lagi and get to know him better...go out
sometimes... so that we can be real friends...tapi apa ini masih
relevan...apa dia mau...dan apa gua akan happy in the end? Kalo dia
emang str8, akankah gua bisa happy by just being friend, atau in the
end gua cuma akan tambah sakit hati karena gua mengkamuflasekan
perasaan gua yang sebenernya.. .longing for someone to call my own...

It's kindda sad. tapi gua ga nyesel dah reveal myself, gua cuma mau
being fair and gave him what he deserved. Like what they say,
mencintai itu kan mengambil risiko untuk tidak dicintai balik, ya
toh? I guess I'm gonna have to live with that....=)

Live hard, love harder,

AR



Anto Sanjaya wrote:

  1. Pastikan anda memiliki wawasan yang luas, atau perluas wawasan anda, sebab yang akan anda ajak kenalan bukan hanya dari daerah anda saja, bahkan dari belahan bumi lain

  2. Pilih Nick yang menarik, dan mudah diingat

  3. Foto
    • Usahakan anda memiliki foto, uploadkan foto anda pada situs2 gratis macam Faceparty atau friendster
    • Buatlah foto semenjual mungkin, menjual dalam arti menarik, bukan menjual diri mempertontonkan bagian2 tubuh anda begitu saja
    • Foto yang menarik namun misterius banyak mengundang rasa penasaran orang
    • Dalam foto tonjolkan bagian diri anda yang paling menarik, pilih angle2 yang membuat diri anda semenarik mungkin di foto tsb
    • Usahakan tidak memberikan foto diri anda terlebih dahulu, biarlah orang tsb yg memberikan fotonya
    • Pastikan bahwa dia memberikan foto asli

  4. Jualah daya tarik anda, jangan hanya fisik anda
    • Jika memang diri anda tampan, gagah mungkin anda tidak kesulitan mendapatkan kenalan baru, namun ada hal yg anda tidak boleh lupa, jika anda hanya mengandalkan ketampanan dan fisik yg elok tidak menjamin orang tersebut jatuh cinta pada anda.
    • Jika anda berwajah pas-pasan, jangan berkecil hati, namun anda harus memperluas wawasan anda, jadilah teman diskusi yang mengasyikkan bagi siapa saja, hal itu akan menajdi daya tarik anda

  5. Jika mendapatkan messages baik dalam chatting ataupun email jawablah dengan penuh keramahan, namun jangan terlalu banyak memberikan pertanyaan balik, jawablah seperlunya saja namun menyiratkan bahwa anda senang berkenalan dengan teman baru

  6. Jangan buru2 memberikan nomor telephon, usahakan anda memiliki 2nd ID demi menghindari hal - hal yang tidak di inginkan, banyak kasus pemerasan, terror yang akan mengganggu hidup anda kelak, ingat kita masih undercover.. .berikan nomor telephone anda jika anda sudah yakin.

  7. Jika sudah mengetahui nomor telephone dia, kirimkan sms pada nya untuk memastikan bahwa dia sudah mengetahui nomor anda, jika memungkinkan telephon lah dia, atau tunggu dia menelephon anda, dari suaranya kita bisa sedikit mengetahui bagaimana orang yang anda ajak kenalan

  8. Saat anda yakin dengen dirinya, buatlah janji untuk ketemu ditempat yang aman, tempat umum yang sekiranya orang tidak mencurigai bahwa anda sedang blind date, jangan buru2 mengajak ke tempat kediaman anda, terlalu beresiko jika anda belum mengenal dirinya secara mendalam

  9. Pastikan waktu dan tempat yang bagus untuk bertemu, tampillah apa adanya, namun usahakan tetap menarik, persiapkan segala kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi, semisal ternyata yang anda temui tidak sesuai dengan harapan anda, sebab adakalanya dia memberikan foto asli, namun dia terlihat jauh lebih tampan dalam foto, atau boleh jadi dia terlihat macho di foto, namun kondisi aslinya tidak demikian.

  10. Jika anda tidak cocok dengan orang yang anda temui, kirimkan sms secara diam2 pada teman anda yang sekiaranya akan membalas sms anda, saat mendapatkan balasan pura2lah bilang kedia bahwa anda sedang mendapatkan pesan penting dan harus segera pergi dari situ.

  11. Kalo udh ketemu yg cocok, tinggal bagaimana pintar2 anda memaintenance agar dia bisa suka dengan anda bukan??
Dari berbagai sumber


Adi D. Jayanto wrote:

sekira... 3 bulan yang lalu, akhir agustus. gw ketemuan sama anak gim di pasar baru (bandung). secara emang gw chat jam 2 pagi, tapi karena gw ga mungkin ketemuan jam 3 pagi (soalnya sepeda gw dicuri maling) jadi ketemuan jam 3 sore.

pas ketemuan, gw lihat orangnya lumayan. walau bukan tipe gw 100%, gw pikir, ya udah lah, paling jadiin temen, miskol2an, semees-an aja kale yah.

ternyata...

si-goblog = "kalau ketemuannya malem tadi mungkin gw mau bawa lo ke rumah gw."
si-gue = "emang kalo sekarang ga bisa?"
si-goblog = "sekarang banyak orang"
si-gue = "oh ya udah, ngobrol aja di tempat kamu, kan nggak apa apa."
si-goblog = "jangan dech, lebih baik kita ngobrol di luar aja. kita
kemana gitu. kan kamu yang punya acara."

what the...

si-gue = "oh, bukannya kamu yang ngajak janjian."
si-goblog = "gw ngajaknya tadi malem, bukan sekarang, jadi sekarang kamu
yang bikin acara donk."

that stupid thing!!!

si-gue = "oh..."

gw termenung sebentar, mikir kata kata yang tepat untuk melepaskan diri dari si-goblog ini. gw berani nebak, kalauun gw datang tadi pagi jam 3, dia nggak bakalan bawa gw ke rumah dia. keliatan banget ngelesnya. bodoh. terpaksa keluarkan jurus yang bakal bikin hati si-goblog jatuh.

si-gue = "ya udah, gw mau ke dago, ada urusan."
si-goblog = "jadi ceritanya kita pisah nih? apa gw ga bisa jalan sama elo? sekalian gitu"
si-gue = "ga bisa, gw ada kerjaan lain. agak rumit. jadi lo ga bisa ikut."
si-goblog = "ya udah kalo gitu."

gw langsung balik badan dan ga pake per'mi'os langsung ngacir meninggalkan dia.

kesel gw.

Anto Sanjaya schrieb:
> Tipsnya bagus tapi untuk tip # gw kurang setuju.Walaupun tidak sesuai dengan kriteria kita secara fisik buatlah pertemuan itu tetap menyenangkan. Kalau tidak bisa menjadi kekasih paling tidak jadi sahabat.

temen gw yg straight, ada yg nanyain.. gimana sih kalo ditembak cowo sejenis?
padahal kan gw cowo tulen.. huuhuuu....

well..
heheh...
ada tiga cara sih ngadepin mereka..
termasuk konsekuensinya..

MENANGGAPI POSITIF, konsekuensinya:
- lo bakal jadi sering ketemu ma dia
- bukan ga mungkin lo berubah orientasi seksual, hehehe
- sama aja ngasih dia lampu ijo untuk makin deketin lo
- untung-untung kalo dia tajir, lo bisa dapet apapun dari voucher pulsa, sampe dipegangin mobil... (udah dibuktiin, tuh!)

NYUEKIN, konsekuensinya:
- biasanya dia makin penasaran, dan nyari cara lain ngedeketin lo
- atau ngga.. lama-lama dia capek, dan ngelupain lo

MENANGGAPI NEGATIF, NEGUR DIA, MAKI2 DIA, konsekuensinya:
- dia bisa ikutan emosi, lalu bilang: heh.. siapa juga yang suka ma lo!!
- sms dan surat cinta, mungkin berubah jadi surat teror.. Twisted Evil
- atau dia menghilang dari kehidupan lo for good..

saran gw sih.. kalo lo ga suka, dan ga kepikiran untuk hal itu..
CUEKIN AJA...!!

paling pertama-tama dia jadi makin penasaran ma lo
ntar kalo misal dia udah makin jelas maksudnya apa ngedeketin lo,
baru deh jelasin ke dia baik-baik.. lo straight.. dan ga tertarik untuk begituan ma dia

terus kalo dia masih ga kapok.. cuekin lagi...

baru kalo dicuekin episode kedua ngga mempan,
kalo pas ketemu dia, sumpah2in aja deh!
pasti dia malu...

jangan lupa ajak temen untuk urusan kaya gini
kadang kalo rasa malu mereka udah kelewat.. jadi malah nekat

uhmm... tapi ga setiap kalo ada cowo gay pengen kenalan, trus berarti dia naksir lo sih..

bisa jadi cuman simpatik ngeliat wajah lo yg ganteng (kalo ganteng)
atau ngeliat mobil lo yg keren ( kalo ada mobil)
atau mungkin simpatik ama sikap lo atau inside u ( kalo apa yah..)

lebih sering cuman iseng-iseng doang
kalo gayung bersambut ya sukurr...
kalo nda ada tanggapan yaa.. yuk da-dah bye-bye!!

Blog Widget by LinkWithin
10% Off All Fragrances
Get 10% off every item you purchase at FragranceX.com!